Akuntansi Syariah : Antara Teoritis dan Praktis


Meski secara praktek, akuntansi syariah jauh mendahului akuntansi konvensional (baca : barat), namun sebagai sebuah disiplin ilmu pengetahuan, akuntansi syariah jauh tertinggal dari akuntansi konvensional. Hal ini tidak terlepas dari kemunduran umat islam termasuk dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan. Pondasi keilmuan yang pernah ditancapkan oleh ilmuan-ilmuan muslim pada abad kejayaan Islam (750 M – 1258 M) tidak mampu dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Ironisnya khazanah keilmuan tersebut dicaplok dan direbut oleh ilmuan barat, sehingga hasilnya mereka yang merasakan.
Akuntansi syariah mulai menggeliat seiring dengan perkembangan wacana ekonomi islam yang semangkin kencang. Wacana ekonomi Islam dijewantahkan dalam bentuk hadirnya lembaga keuangan syariah. Angin segar pengembangan akuntansi syariah pun menyeruak sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan lembaga keuangan syariah. Banyak sarjana akuntansi muslim maupun non muslim yang mulai tertarik untuk mengeluti akuntansi syariah.
Pengembangan akuntansi syariah terbagi menjadi dua arus pemikiran, yaitu Akuntansi Syariah filosofis-teoritis dan Akuntansi Syariah pragmatis-praktis. Hal ini tidak terlepas dari faktor pesatnya perkembangan lembaga keuangan syariah dan keinginan yang kuat para sarjana muslim untuk menghadirkan konsep akuntansi yang lahir dari rahim agama Islam itu sendiri.

Pedoman Penyelenggaraan BPJS Kesehatan Syariah

MUI melalui hasil Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia ke-5 Tahun 2015 di Tegal, Jawa Tengah pernah menyatakan bahwa penyelenggaraan BPJS Kesehatan saat ini belum sesuai dengan prinsip syariah pada beberapa ketentuannya. Diantaranya adalah BPJS Kesehatan masih mengandung unsur Riba, Gharar, dan Maisir sehingga diperlukan BPJS Kesehatan yang sesuai dengan prinsip syariah. MUI pada akhir tahun 2015 melalui DSN  mensahkan Fatwa Nomor 98/DSN-MUI/XII/2015 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Syariah. 

Berikut ini ketentuan Penyelenggaraan BPJS Kesehatan Syariah menurut Fatwa DSN-MUI Nomor 98 :

PRODUK & JASA

RISET & KARYA TULIS

KEISLAMAN

PELATIHAN

AKUNTANSI SYARIAH

SERBA SERBI