Memperoleh Bukti Audit yang Cukup dan Tepat

Memperoleh Bukti Audit yang Cukup dan Tepat

GUSTANI.ID - Bukti Audit dalam proses audit menempati posisi yang sangat penting, mengingat bukti audit dijadikan landasan bagi auidtor dalam penetapa opini. Opini yang ditetapkan harus dilandasi oleh bukti audit yang cukup dan tepat, agar opini dapat menggambarkan kewajaran dari laporan keuangan yang di audit.

Bukti Audit adalah informasi yang digunakan oleh auditor dalam menarik kesimpulan  sebagai basis penetapan opini auditor. Bukti audit mencakup baik informasi yang terkandung dalam catatan akuntansi yang mendasari laporan keuangan maupun informasi  lainnya. 

Ketentuan berkaitan Bukti Audit secara spesifik diatur dalam Standar (SA) 500 tentang Bukti Audit yang mengatur tentang hal yang merupakan bukti audit dalam suatu audit laporan keuangan, dan berkaitan dengan tanggung jawab auditor untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat. Auditor harus merancang dan melaksanakan prosedur audit sedemikian rupa untuk memperoleh bukti Audit yang Cukup dan Tepat untuk dapat menarik kesimpulan memadai sebagai basis opini auditor.

Bukti Audit yang Cukup dan Tepat

Bukti audit diperlukan untuk mendukung opini dan laporan auditor. Bukti audit ini memiliki sifat kumulatif dan terutama diperoleh dari prosedur audit yang dilaksanakan selama proses audit. Namun, bukti audit dapat juga mencakup informasi yang diperoleh melalui sumber lain, seperti dari audit periode lalu dengan syarat auditor telah menentukan apakah telah terjadi perubahan sejak periode audit lalu yang mungkin relevan terhadap periode audit kini) atau prosedur pengendalian mutu KAP untuk penerimaan dan keberlanjutan klien.

Di samping sumber lain yang berasal dari dalam maupun luar entitas, catatan akutansi entitas merupakan suatu sumber bukti audit yang penting. Informasi yang digunakan sebagai bukti audit mungkin juga telah disiapkan oleh pakar manajemen. Bukti audit mengandung baik informasi yang mendukung dan menguatkan asersi manajemen maupun informasi yang bertentangan dengan asersi tersebut. Selain itu, dalam beberapa kasus, ketiadaan informasi sebagai contoh, penolakan manajemen untuk menyediakan representasi yang diperlukan) juga dapat digunakan oleh auditor, dan oleh karena itu, juga merupakan bukti audit.

Kecukupan dan ketepatan bukti audit saling berkaitan satu dengan lainnya. Kecukupan adalah ukuran kuantitas bukti audit. Kuantitas bukti audit yang dibutuhkan dipengaruhi oleh penilaian auditor atas risiko kesalahan penyajian material (semakin tinggi risiko, semakin banyak bukti audit yang dibutuhkan) dan kualitas bukti audit (semakin baik kualitas bukti audit, semakin sedikit bukti yang dibutuhkan). Namun, pemerolehan bukti audit yang semakin banyak tidak dapat mengompensasi buruknya kualitas bukti audit tersebut.

Ketepatan merupakan ukuran kualitas bukti audit; yang mencakup, relevansi dan keandalan bukti audit yang mendukung auditor untuk merumuskan opininya. Keandalan bukti audit dipengaruhi oleh sumber dan sifatnya, serta bergantung pada masing-masing kondisi bukti audit yang diperoleh.

Sumber Bukti Audit

  1. Eksternal (kualitas lebih tinggi), contoh: konfirmasi, data pembanding, laporan analis;
  2. Internal (kualitas lebih rendah dari bukti audit eksternal), contoh: notulen rapat, representasi manajemen.

Prosedur Memperoleh Bukti Audit

Bukti audit untuk menarik kesimpulan memadai sebagai basis opini auditor dapat diperoleh dengan melaksanakan:

1. Inspeksi

Inspeksi mencakup pemeriksaan atas catatan atau dokumen, baik internal maupun eksternal, dalam bentuk kertas, elektronik, atau media lain, atau pemeriksaan fisik atas suatu aset. Inspeksi atas catatan dan dokumen memberikan bukti audit dengan beragam tingkat keandalan, bergantung pada sifat dan sumbernya, serta, dalam kasus catatan dan dokumen internal, efektivitas pengendalian atas penyusunan catatan atau dokumen tersebut. Contoh inspeksi yang digunakan sebagai pengujian pengendalian adalah inspeksi atas catatan bukti otorisasi. 

2. Observasi

Observasi terdiri dari melihat langsung suatu proses atau prosedur yang dilakukan oleh  orang lain, sebagai contoh, observasi oleh auditor atas penghitungan persediaan yang dilakukan oleh personel entitas, atau melihat langsung pelaksanaan aktivitas pengendalian. Observasi memberikan bukti audit tentang pelaksanaan suatu proses atau prosedur, namun hanya terbatas pada titik waktu tertentu pada saat observasi dilaksanakan, dan fakta bahwa adanya observasi atas aktifitas tersebut dapat memengaruhi bagaimana proses atau prosedur tersebut dilaksanakan. Lihat SA 501 untuk panduan lebih lanjut tentang observasi atas penghitungan persediaan."

3. Konfirmasi eksternal

Konfirmasi eksternal merupakan bukti audit yang diperoleh auditor sebagai respons langsung tertulis dari pihak ketiga (pihak yang mengonfirmasi), dalam bentuk kertas, atau secara elektronik, atau media lain. Prosedur konfirmasi eksternal seringkali relevan untuk mencapai asersi yang berhubungan dengan saldo akun tertentu dan unsur-unsurnya. Namun, konfirmasi eksternal tidak perlu dibatasi untuk saldo akun saja. Sebagai contoh, auditor dapat meminta konfirmasi tentang syarat-syarat perjanjian atau transaksi yang dimiliki oleh suatu entitas dengan pihak ketiga; permintaan konfirmasi dapat dirancang untuk meminta keterangan apakah telah terjadi modifikasi atas perjanjian, dan hal-hal penting yang berhubungan dengan perubahan tersebut. Prosedur konfirmasi eksternal juga dapat dilakukan untuk mendapatkan bukti audit tentang tidak adanya beberapa kondisi, misalnya, ketiadaan "perjanjian tambahan (sido agroomont)" yang mungkin memengaruhi pengakuan pendapatan. Lihat SA 505 untuk panduan lebih lanjut.

4. Penghitungan Ulang

Penghitungan ulang terdiri dari pengecekan akurasi penghitungan matematis dalam dokumen atau catatan. Penghitungan ulang dapat dilakukan secara manual atau secara elektronik.

5. Pelaksanaan Kembali

Pelaksanaan kembali adalah pelaksanaan prosedur atau pengendalian secara independen oleh auditor yang semula merupakan bagian pengendalian intern entitas.

6. Prosedur Analitis

Prosedur analitis terdiri dari pengevaluasian atas informasi keuangan yang dilakukan dengan menelaah hubungan yang dapat diterima antara data keuangan dengan data non keuangan. Prosedur analitis juga meliputi investigasi atas fluktuasi yang telah diidentifikasi, hubungan yang tidak konsisten antara satu informasi dengan informasi lainnya, atau data keuangan yang menyimpang secara signifikan dari jumlah yang telah diprediksi sebelumnya. Lihat SA 520 untuk panduan lebih lanjut.

7. Permintaan Keterangan

Permintaan keterangan terdiri dari pencarian informasi atas orang yang memiliki pengetahuan, baik keuangan maupun non-keuangan, di dalam atau di luar entitas. Permintaan keterangan digunakan secara luas sepanjang audit sebagai tambahan untuk prosedur audit lainnya. Permintaan keterangan dapat berupa permintaan keterangan resmi secara tertulis maupun permintaan keterangan secara lisan. Pengevaluasian respons atas permintaan keterangan ini merupakan bagian terpadu proses permintaan keterangan. 

Informasi yang Digunakan Sebagai Bukti Audit: Relevansi dan Keandalan

Kualitas semua bukti audit dipengaruhi oleh relevansi dan keandalan basis informasi yang digunakan.
 
Relevansi berkaitan dengan hubungan logis dengan tujuan prosedur audit dan jika relevan, dengan asersi yang dipertimbangkan. Relevansi informasi yang digunakan sebagai bukti audit mungkin dipengaruhi oleh arah pengujian. Sebagai contoh, jika tujuan prosedur audit adalah untuk menguji lebih saji (overstatement) keberadaan atau penilaian hutang usaha, pengujian hutang usaha yang tercatat merupakan prosedur audit yang relevan. Di lain pihak, ketika menguji kurang saji (understatement) keberadaan atau penilaian hutang usaha, pengujian hutang usaha yang tercatat tidak akan relevan, namun pengujian informasi seperti pembayaran setelah tanggal neraca, faktur yang belum dibayar, pernyataan dari pemasok, dan laporan penerimaan barang yang belum dicocokkan dengan order pembelian mungkin relevan. 

Keandalan informasi yang digunakan sebagai bukti audit, dan oleh karena itu merupakan bukti audit itu sendiri, dipengaruhi oleh sumber bukti tersebut dan sifatnya serta kondisi saat bukti tersebut diperoleh, termasuk pengendalian dalam penyusunan dan pemeliharannya, jika relevan. Oleh karena itu, generalisasi mengenai keandalan berbagai macam bukti audit masih tergantung pada beberapa pengecualian penting. Bahkan ketika informasi yang digunakan sebagai bukti audit diperoleh dari sumber eksternal entitas, mungkin terdapat kondisi yang dapat memengaruhi keandalannya. Sebagai contoh, informasi yang diperoleh dari sumber luar yang independen dapat menjadi tidak andaljika sumbernya tidak memiliki pengetahuan memadai, atau tidak adanya objektivitas pakar manajemen.



YES ! Akhirnya Keterima Google Adsense

YES ! Akhirnya Keterima Google Adsense

GUSTANI.ID - Meski bukan tujuan utama, bisa keterima oleh Google Adsense untuk bisa pasang iklan di blog pribadi adalah sesuatu yang WOW. Sejak 2010 saya mulai aktif ngeblog, terhitung beberapa kali saya coba peruntungan daftar google adsense, tapi selalu ditolak mentah-mentah, hahaha.

Alasan coba daftar Google Adsense tergiur oleh cerita - cerita manis dari beberapa blogger, yang "katanya" bisa menghasilan jutaan rupiah per bulan dari google adsense blogger. Akhirnya di tahun 2022, saya mencoba memberanikan diri lagi untuk mengajukan permohonan google adsense. DAN AKHIRNYA.....

Akhirnya Keterima Google Adsense

Saya coba-coba lagi mengajukan permohonan Google Adsense pada tanggal 16 Maret 2022 dan ini tergolong iseng-iseng aja, karena beberapa kali di tolak. Saat pengajuan posisi blog saya memang relatif bagus view nya, terhitung rata-rata 5K sampai dengan 10K view per hari dengan jumlah postingan 330-an. Sudah cukup tinggi karena sudah saya mulai sejak 2010 silam waktu masih kuliah.

Kamis, 17 Maret 2022 pukul 14.00-an masuk email dari Google Adsense, pas saya cek, Alhamdulillah dapat kabar baik dengan pesan:

Kabar baik! Situs Anda, "gustani.id", kini siap menampilkan iklan AdSense.

Setelah dilakukan beberapa setting dipengaturan blog saya, akhirnya malamnya sudah mulai muncul beberapa iklan diblog saya. Dan beberapa sen rupiah mulai masuk ke kantong penghasilan di akun google adsense saya, hahaha

Proses Selanjutnya

Ternyata perjalanan untuk bisa menghasilkan cuan dari Google Adsense masih panjang. Setelah diterima Google Adsense, proses berikutnya adalah kita mesti melengkapi beberapa informasi dan alamat sesuai dengan KTP.

Setelah identitas pribadi dan alamat terverifikasi, pihak Google Adsense mengirimkan SURAT CINTA yang berisi PIN. Pengiriman melalui POS dari kantor Google Adsense di Malaysia. PIN Google Adsense saya dikirim per 31 Maret 2022, dan berdasarkan informasi dari pihak google akan sampai dalam 2 - 4 pekan. 

PIN Google Adsensi berisi 6 angka yang akan kita input di akun google adsense agar dapat melakukan pencairan cuan dari iklan di blog kita. 

Setelah lewat 4 pekan, surat cinta dari Google ga nongol-nongol juga. Setelah cari informasi kesana-kemari, tanggal 13 Mei 2022, habus sholat Jumat saya datang langsung ke Kantor POS Weru Kab. Cirebon untuk menanyakan perihal apakah ada paket dari google adsense untuk saya. 

Respon dari pihak POS cukup baik, saya dikasih no WA petugas POS, dan mereka bilang akan segera menghubungi saya jika paket sudah sampai. Dan JRENG, sore di hari yang sama, juga sudah ada WA dari petugas POS yang mengabarkan kalau paket dari om google sudah ada dan akan dianter ke rumah. Alhamdulillah. 

Alhamdulillah PIN Google Adsense sudah ditangan saya, malamnya langsung saya proses input PIN di akun google adsense. Berhasil verifikasi, lanjut verifikasi Rekening Bank untuk pembayaran penghasilan. 



Verifikasi Rekening Bank

Setelah verifikasi PIN berhasil, tahap akhir adalah verifikasi rekening bank. Saya memasukan nomor rekening Bank Syariah Indonesia (BSI), kebetulan di pilihan tidak rek BSI, saya pilih rekening Bank Syariah Mandiri (BSM). 

Setelah memasukan nomor rekening, selanjutnya kita tinggal menunggu verifikasi dengan cara pihak Google akan mentransfer sejumlah Rupiah rekening kita sebagai verifikasi apakah benar rekening yang kita input. Proses nya 2-4 hari. 

Alhamdulillah 17 Mei 2022, sudah masuk transferan dari Google sebesar kurang dari Rp250, lalu angka nominal yang ditransfer tersebut di input ke akun Google Adsense sebagai verifikasi rekening bank benar adanya. 



Tinggal Menunggu Transferan 

Jadi terhitung 2 bulan proses verifikasi akun Google Adsense sampai siap untuk menerima transferan dari om google,,,hahaha.

Setelah proses verifikasi beres, ya tugas kita tinggal meningkatkan performa blog agar penghasilannya bisa maksimal. Google akan melakukan pembayaran dengan cara transfer, setiap akhir bulan jika saldo penghasilan iklan kita sudah mencapai ambang minimal Rp 1.300.000 alias satu juta tiga ratus ribu rupiah.

Hasil Google Untuk Apa ?

Menurut saya penghasilan dari Google Adsense relatif rendah, tidak bisa dijadikan sumber penghasilan utama. Dibanding dari cuan proyek keuangan dan jadi narasumber pelatihan dll, masih jauh. Makanya penghasilan dari Google Adsense ini akan diprioritaskan untuk maintenance blog, seperti perpanjangan domain, beli template, dll. 

Bagi saya sih niatnya bantu orang yang ngiklan, moga promosinya banyak menghasilkan orderan. Bukankah sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat buat orang lain. Bismillah.


Penulis : Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS

PRODUK & JASA

KOLOM SYARIAH

KEISLAMAN

SERBA SERBI

AKTIVITAS PELATIHAN

AUDITING

AKUNTANSI SYARIAH

SEPUTAR AKUNTANSI