Peluang dan Sistem Tatakelola Industri Keuangan Syariah di Indonesia

GUSTANI.ID - Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia punya ambisi untuk menjadi yang terdepan dalam hal pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Hal ini tergambar dalam dokumen Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019 - 2024 yang dikeluarkan oleh KNEKS tahun 2019, dimana tercanang Visi : "Indonesia Mandiri, Makmur, dan Madani dengan Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka di Dunia". Strategi utama yang dicanangkan untuk menuju visi tersebut ada 4 yaitu :

  1. Penguatan Halal Value Chain
  2. Penguatan Keuangan Syariah
  3. Penguatan UMKM
  4. Penguatan Ekonomi Digital




Penguatan Keuangan Syariah tergambar dari Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia, dimana lanskap keuangan syariah di Indonesia dibagi kedalam 4 sektor utama yaitu :
  1. Sektor Perbankan
  2. Sektor Non-Perbankan
  3. Sektor Pasar Uang dan Pasar Modal
  4. Sektor Dana Sosial Keagamaan



Lanskap keuangan syariah menggambarkan tatakelola keuangan syariah di Indonesia, mulai dari 4 sektor industri keuangan, diluar kotak indusri tersebut adalah para regulator yang berwenang terhadap industri. Dimana terdapat 13 lembaga yang berwenang mengatur industri keuangan syariah di Indonesia.

Hari Rabu tanggal 18 November 2020 saya berkesempatan untuk sharing via daring dengan Mahasiswa dalam event Insurance Festival Championship (IFEN) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Asuransi Syariah UIN Banten. Diskusinya bertemakan "Peluang dan Sistem Tata Kelola Industri Syariah". Saya menjadi pemateri bersama Pak Erwin Noekman, ST,MBA.,AAAIK.QIP,AMII.,ACII.,AIIS (Direktur AASI).

Asuransi syariah masuk kedalam sektor industri non-perbankan. Asuransi syariah di Indonesia terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Hingga Maret 2020 jumlah perusahaan asuransi syariah mencapai 63 perusahaan, yang terdiri dari 13 full syariah dan 53 UUS dengan jumlah aset mencapai Rp41,1 triliun. 


Alhamdulillah 2 Buku Bersama PUSKAS BAZNAS Terbit Bulan ini, Bisa Download GRATIS !

GUSTANI.ID - Salah satu tuntutan menjadi seorang akademisi adalah kemampuan membuat karya ilmiah. Menulis karya ilmiah dalam bentuk buku, kajian, jurnal, artikel, opini, dan lainnya adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan daya analisa seorang akademisi. Sebagai Akademisi yang juga sekaligus sebagai praktisi dibidang akuntansi dan keuangan syariah menuntut saya untuk terus "memaksa" diri saya sendiri untuk produktif dalam menulis. 

Blog gustani.id yang sederhana ini adalah salah satu media saluran minat saya dibidang tulis-menulis, corek mencoret. Hobi ngeblok sudah saya tekuni sejak kuliah S1 tahun 2010 silam. Alhamdulillah sampai hari ini masih aktif posting berbagai hal, mulai dari artikel akuntansi dan keuangan syariah, sampai posting hal-hal yang bersifat kegiatan pribadi. Bahkan jualan jasa pun saya posting, dan alhamdulillah ada beberapa yang closing...hehe

Tahun 2020 ini, meski ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda bumi pertiwi, semakin memotivasi diri untuk terus produktif. Alhamdulillah bulan November ini dapat kabar gembira 2 buku kajian saya tentang Akuntansi dan Keuangan Zakat bisa publish. 2 buku ini adalah buku ke 3 dan ke 4 saya bersama Pusat Kajian Strategis BAZNAS. Alhamdulillah sejak tahun 2019, saya bersama tim LPPM STEI Al - Ishlah mendapat kepercayaan dari Puskas BAZNAS untuk membuat kajian - kajian ilmiah seputar Zakat. Artinya hingga 2020 ini sudah ada 4 buku kajian saya bersama Puskas BAZNAS yang terbit, dan semua buku kajian ini dibagikan secara cuma-cuma alias gratis versi e-Book nya untuk kepentingan pengembangan zakat di tanah air.

2 buku kajian saya yang terbit bersama Puskas BAZNAS pada bulan November ini, pertama berjudul "Kajian Penyusunan Pedoman Akuntansi dan Keuangan Organisasi Pengelola Zakat". Kajian ini disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku untuk lembaga zakat, yaitu PSAK 109 Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah untuk perlakuan akuntansi transaksi zakat dan infak/sedekah pada OPZ, sedangkan dalam penyusunan laporan keuangan OPZ merujuk pada PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah, sedangkan untuk transaksi yang bersifat umum pada OPZ mengacu pada SAK Umum. Buku kajian ini dapat menjadi bahan bagi OPZ dalam menyusun laporan keuangan serta manajemen keuangan. Kajian ini dapat didownload gratis di SINI


Buku ke-2 tentang "Analisis Rasio Keuangan Organisasi Pengelola Zakat: Studi Kasus atas Laporan Keuangan OPZ 2017 dan 2018" merupakan implementasi dari buku kajian Rasio Keuangan OPZ yang dikeluarkan oleh Puskas BAZNAS di tahun 2019. Buku kajian ini dapat didownload gratis di SINI


E-Book Dua buku tersebut dapat didownload secara gratis, semoga dapat menambah khazanah keilmuan dibidang perzakatan di Indonesia.


Penulis : Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS

Memberikan Konsultasi Akuntansi dan Keuangan Syariah Kepada PT. Rohmah Berkah International

GUSTANI.ID - Bisnis berbasis syariah terus mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap prinsip - prinsip syariah dalam berekonomi. Tak hanya pada sektor keuangan, prinsip syariah juga mencakup bisnis di sektor usaha riil. Sebagai contoh kini hadir klinik syariah, rumah sakit syariah, hotel syariah, pariwisata syariah, salon syariah, bahkan ada loundry syariah...he.

Beberapa waktu lalu tanggal 7 Oktober 2020 bertempat di Kedai Nonya Rumah Kota Bandung, saya mendapat undangan untuk memberikan konsultasi akuntansi dan keuangan syariah kepada PT Rohmah Berkah International atau yang lebih dikenal dengan brand Bekam & Rukyah Center (BRC). BRC merupakan usaha yang bergerak dibidang pengobatan Islami yang dirintis pada tahun 2004 silam. Berpusat di Bandung, kini BRC sudah melebarkan sayapnya ke beberapa wilayah lainnya puluhan cabang yang sudah beroperasi.

Diskusi dengan Manajemen BRC

Diskusi dengan Manajemen BRC


Menerima Oleh-Oleh Herbal dari Manajemen BRC

Usaha pengobatan Islami pun termasuk segmen usaha yang berlandaskan prinsip syariah, karena jasa pengobatan yang diberikan merujuk pada pengobatan Nabi, seperti bekam. Transaksi lainnya pun mengikuti prinsip-prinsip syariah, seperti pendanaan usaha yang menerapkan prinsip bagi hasil dengan investor atau shohibul maal. 

Saya mencoba bekam di BRC cabang Cirebon

Skema syirkah yang digunakan dengan investor menuntut perusahaan dapat mempertanggungjawabkan hasil pengelolaan usaha dalam bentuk laporan keuangan sebagai landasan dalam mendistribusikan bagi hasil kepada investor. Bagi hasil yang diberikan kepada investor harus berdasarkan realisasi usaha yang dijalankan. 

Bentuk pertanggungjawaban perusahaan salah satunya adalah dengan menyajikan laporan keuangan yang baik sesuai dengan usaha riil yang dijalankan serta sesuai prinsip syariah dan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Laporan keuangan usaha yang bergerak dengan prinsip syariah harus menyajikan laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan bisnis seperti Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah perusahaan diharapkan juga dapat menyajikan laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan sosial, jika perusahaan mengelola dan zakat atau infak sedekah. 

Jasa Konsultasi Akuntansi dan Keuangan Syariah

Konsultasi Akuntansi dan Keuangan Syariah untuk usaha lebih berkah dengan prinsip syariah dapat menghubungi saya DISINI. Konsultasi mencakup :

  1. Konsultasi Penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang sesuai prinsip syariah dan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku.
  2. Konsultasi skim bagi hasil usaha yang sesuai prinsip syariah 
  3. Konsultasi akad - akad syariah untuk usaha 
  4. Konsultasi keuangan usaha berbasis syariah


Profil BRC

BRC awalnya dirintis serta dipimpin oleh Bapak Asep Hasan Badri, tanggal 29 Juni 2004 merupakan awal BRC hadir di pentas sejarah kebangkitan Islam. BRC hadir sebagai jawaban atas miskinnya pengobatan islam, hadir pula sebagai jawaban dari kondisi umat islam yang tenggelam dalam pengobatan yang tidak syar’I, terjebak syirik banyak menimbulkan mudharat dan sebagainya. 

Pada mulanya BRC hadir dengan menggunakan nama BRC; singkatan dari Bandung Ruqyah Center, namun seiring dengan berkembangnya BRC ke seluruh kota di tanah air, terutama saat itu yang menjadi fokus adalah JABODETABEK dirasa kurang relevan apabila menggunakan nama Bandung Ruqyah Center sebagai brand, awal 2008 BRC merubah kepanjangannya menjadi BEKAM & RUQYAH CENTER. 

Dalam kurun waktu perjalanan yang baru berjalan kurang dari 5 tahun BRC telah berhasil mendirikan 26 cabang di Indonesia dan 2 Cabang di luar negeri, yaitu di Malaysia dan Singapura. BRC pun memperluas peta dakwahnya, tidak hanya bergerak di kesehatan saja namun mencoba terjun ke pendidikan yang berbasis Thibbun Nabawi, bisnis, makanan dan training dengan memegang konsep makna sehat yang ternyata bukan fisik saja namun didukung dengan sehat secara finansialnya, sehat lingkungan sosialnya, sehat perekonomiannya dan sebagainya. Telah berdiri pula divisi khusus dlam pengelolaan makanan halal thoyib, BRC Food yang mengeluarkan beberapa produk: air sehat BRC, beras organic, kue dan sirup, serta ayam organic. BRC juga telah mengawali program ibadah Umroh dan Haji plus thibbun nabawi. 

Thibbun Nabawi Klinik BRC adalah sebuah tempat pengobatan berbagai macam penyakit medis ataupun non medis. Adapun terapi yang tersedia di Klinik BRC adalah : 
1. Diagnosa Iridologi 
2. Terapi Ruqyah 
3. Terapi Bekam + Sebat Rotan 
4. Terapi Kay Modern 
5. Terapi rawatan penyakit dengan herbal 
6. Terapi Detoks 
7. Terapi Lintah
8. Konsultasi
9. Psiko thibbunnabawi

Terapi-terapi di atas terbukti sangat efektif dalam menangani berbagai macam keluhan penyakit ringan dan berat, oleh Karena itu tanggapan dari masyarakat terhadap Klinik BRC sangatlah baik, sehingga dalam jangka waktu 2 tahun saja BRC telah berhasil memperluas cabang-cabangnya, baik di dalam dan luar negeri serta tidak kurang dari 20.000 pasien yang rutin berobat ke klinik BRC. 
Terapi di atas juga merupakan kunci produktifitas hidup, yang berguna tidak hanya untuk yang menderita sakit saja akan tetapi bagi yang sehat pun sangat memerlukan terapi diatas tersebut untuk menjaga kesehatannya.

Yang ingin mencoba pengobatan ala Nabi dari BRC dapat langsung pesan melalui link KLIK BRC

Download Bahan Kuliah AUDITING


GUSTANI.ID - Beberapa pakar mendefinisikan audit dengan : 

Audit adalah "suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pihak yang berkepentingan” - Boynton, Johnson, dan Kell (2002)

Audit adalah "suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak independen, terhadap laporan keuangan yang disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut” - Sukrisno (2012)

Auditing menjadi salah satu matakuliah rumpun akuntansi yang diajarkan pada mahasiswa jurusan akuntansi.Berikut ini adalah bahan materi kuliah AUDITING yang saya ampu di STEI AL - Ishlah Cirebon. SIlah di Download !

SLIDE MATERI AUDIT


STANDAR AUDIT

Daftar Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) - IAPI - DOWNLOAD

Daftar Lengkap 66 Jenis Akad Syariah

GUSTANI.ID - Akad merupakan kesepakatan tertulis antara dua pihak yang memuat hak dan kewajiban yang menimbilkan hukum. Akad menjadi salah satu hal yang mendasar dalam transaksi ekonomi. Perbedaan antara transaksi pada lembaga keuangan konvensional dan syariah terletak pada akad. Akad berbeda pun akan melahirkan hukum yang berbeda. 

Saya sedang memberikan materi Teori Akad Syariah ke Calon Karyawan BMT


Contoh, akad kredit pada bank konvensional adalah pinjaman (qardh), sehingga dilarang adanya tambahan, sedang akad pembiayaan pada bank syariah adalah jual-beli murabahah, sehingga dibolehkan untuk mengambil keuntungan.

Saya pribadi memandang teori akad merupakan materi pokok yang mesti dipahami oleh penggiat ekonomi syariah dan pembisnis. Mengingat seluruh aktivitas ekonomi kita tidak terlepas dari akad. Pemahaman akad akan menghindarkan kita dari hal-hal yang terlarang dalam transaksi.

Dalam teori akad Syariah dikenal begitu banyak jenis akad pada transaksi ekonomi, baik yang bersifat bisnis maupun non bisnis. Jenis akad tersebut dibagi kedalam empat rumpun utama yaitu :

  1. Rumpun Akad Jual-Beli (Bai'), yang terdiri dari 21 jenis akad.
  2. Rumpun Akad Sewa - Menyewa (Ijarah) terdiri dari 10 akad
  3. Rumpun Akad Kerjasama (Syirkah) terdiri dari 13 akad
  4. Rumpun Akad Kebajikan (Tabarru') terdiri terdiri 22 jenis akad

Berikut ini adalah 66 jenis akad syariah yang coba saya himpun dari berbagai referensi, seperti Fatwa DSN-MUI, Regulasi, dan Buku Fikih Muamalah Maliyah karya Prof Jaih Mubarok. Sebagian akad sudah diterapkan pada produk-produk keuangan syariah di Indonesia. Mungkin masih banyak jenis akad lainnya yang belum masuk kedalam daftar ini, mengingat kajian kajian akad dalam fikih muamalah sangat luas. Wallahua'lam.


NO JENIS AKAD DEFINISI
A RUMPUN AKAD JUAL - BELI
1 Bai' / Jual - Beli Akad Jual Beli adalah akad   antara penjual (al-Ba'l') dan pembeli (al-Musytari) yang mengakibatkan   berpindahnya kepemilikan obyek yang dipertukarkan (barang/mabi'/mutsman) dan   harga [tsaman)).
2 Bai' Al Musawamah (Tawar   Menawar) Bai' al-musawamah adalah jual   beli dengan harga yang disepakati melalui proses tawar-menawar dan ra'sul   mal-nya (harga perolehan ditambah biaya-biaya yang diperkenankan) tidak wajib   disampaikan oleh penjual kepada pembeli. Bai' almusawamafr sering disebut   dengan jual beli biasa (Bai' al-'adiyy)
3 Bai' Al Muzayadah (Lelang) Bai' al-muzayadah adalah jual   beli dengan harga paling tinggi yang penentuan harga (tsaman) tersebut   dilakukan melalui proses tawar menawar
4 Bai' Al Munaqashah (Tender) Bai' al-munaqashah adalah jual   beli dengan harga paling rendah yang penentuan harga (tsaman) tersebut   dilakukan melalui proses tawar menawar
5 Bai' Al Muaqayadhah Jual-beli barter antar barang   dengan barang
6 Bai' Muthlaqah Jual-beli pertukaran barang   dengan uang
7 Bai' Sharf Jual-beli pertukaran uang dengan   uang
8 Bai' Al Hal (Tunai) Al-Bai' al-hal - terkadang   disebut juga dengan al-bai' al-mu'ajjal/naqdan adalah jual beli yang   pembayaran harganya dilakukan secara tunai
9 Bai' Al Mu'ajjal (Tangguh) Al-Bai' al-mu'ajjal adalah jual   beli yang pembayaran harganya dilakukan secara tangguh.
10 Bai' bi Al Taqsith (Angsuran) Al-Bai' bi al-taqsith adalah   jual beli yang pembayaran harganya dilakukan secara angsur/bertahap.
11 Bai Al Amanah Bai' al-amanah adalah jual beli   yang ro'sul mal-nya wajib disampaikan oleh penjual kepada pembeli.
12 Bai' Tauliyah Transaksi antara penjual dan   pembeli atas barang, dimana penjual menjual barang tertentu kepada pembeli   sesuai dengan harga perolehan.
13 Bai' Al Wadhi'ah Transaksi antara penjual dan   pembeli , dimana penjual mengalami kerugian, yaitu penjual menjual barang   kepada pembeli dengan harga yang lebih rendah dibanding harga perolehan.
14 Bai' al-murabahah Bai' al-murabahah adalah jual   beli suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli   membayarnya dengan hargayang lebih sebagai laba.
15 Bai' Al Salam Bai' al-salam adalah jual beli   dalam bentuk pemesanan atas suatu barang dengan kriteria tertentu yang   harganya wajib dibayar tunai pada saat akad.
16 Bai' al-istishna' Bai' al-istishna' adalah jual   beli dalam bentuk pemesanan pembuatan suatu barang dengan kriteria tertentu   yang pembayaran harganya berdasarkan kesepakatan antara pemesan   (pembeli/mustashni') dan penjual (pembuat/shani')
17 Bai' Fudhuli Jual-beli atas barang yang   dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan atau seseorang menjual   barang tertentu atas nama orang lain tanpa izin dari pemiliknya.
18 Bai’ al-wafa Bai’ al-wafa’/jual beli dengan   hak membeli kembali adalah jualbeli yang dilangsungkan dengan syarat bahwa   barang yang dijual tersebut dapat dibeli kembali oleh penjual apabila   tenggang waktu yang disepakati telah tiba
19 Bai' Juzaf (Borongan) Penjualan suatu barang tanpa   diketahui takarannya, timbangannya, dan bilangan atau jumlahnya, tetapi   diketahui dengan cara dikira-kira dan ditaksir setelah objeknya disaksikan   atau dilihat oleh penjual dan pembeli.
20 Bai' Inah Jual-beli tunai dengan syarat   pembeli harus menjual kembali barang kepada penjual dengan harga lebih tinggi   secara angsuran.
21 Ba' Tawarruq Jual-beli secara tangguh   kemudian pembeli menjual kembali kepada pihak lain secara tunai.
B RUMPUN AKAD SEWA - MENYEWA
22 Ijarah Ijarah adalah akad sewa antara   mu'jir dengan mustaTir atau antara musta'jir dengan ajir untuk mempertukarkan   manfa'ah dan ujrah, baik manfaat barang maupun jasa
23 Ijarah 'ala al a'yan Ijarah 'ala al-a'yan adalah akad   sewa atas manfaat barang.
24 Ijarah 'ala al-asykhash Ijarah 'ala al-asykhash/ijarah   'ala al-a'mal adalah akad sewa atas jasa/pekerjaan orang.
25 Ij'arah Muntahiyyah Bi altamlik   (IMBT) Ij'arah muntahiyyah bi altamlik   (IMBT) adalah akad ijarah atas manfaat barang yang disertai dengan janji   pemindahan hak milik atas barang sewa kepada penyewa, setelah selesai atau   diakhirinya akad ijarah.
26 Ijarah Maushufah Fi al-Dzimmah   (IMFD) Ijarah maushufah fi al-dzimmah   (IMFD) adalah akad ijarah atas manfaat suatu barang (manfaat 'ain) danlatau   jasa ('amal) yang pada saat akad hanya disebutkan sifat-sifat dan   spesifikasinya (kuantitas dan kualitas).
27 Ijarah Tasyghili,yah Ijarah tasyghili,yah adalah akad   ijarah atas manfaat barang yang tidak disertai dengan janji pemindahan hak   milik atas barang sewa kepada penyewa.
28 Al Bai' wal Isti'jar (Ijarah   Sale and Lease Back) Jual-beli suatu aset yang   kemudian pembeli menyewakan aset tersebut kepada penjual.
29 Ijarah Al Muwazi (Ulang   Sewa/Sewa Paralel) Perjanjian sewa atas suatu   barang dalam rangka disewakan lagi kepada pihak lain.
30 Ijarah Jasa Ijarah atas manfaat dari jasa
31 Ju’alah Ju’alah adalah janji atau   komitmen (iltizam) untuk memberikan imbalan (reward/’iwadh//ju’l) tertentu   atas pencapaian hasil (natijah) yang ditentukan dari suatu pekerjaan
C RUMPUN AKAD KERJA SAMA
32 Syirkah/Musyarakah Akad syirkah adalah akad kerja   sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana setiap   pihak memberikan kontribusi dana/modal usaha (ra's al-mal) dengan ketentuan   bahwa keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati atau secara proporsional,   sedangkan kerugian ditanggung oleh para pihak secara proporsional. Syirkah   ini merupakan salah satu bentuk Syirkah amwal dan dikenal dengan nama syirkah   inan.
33 Syirkah amwal Syirkah amwal adalah syirkah   yang ra's al-mal-nya berupa harta kekayaan dalam bentuk uang atau barang.
34 Syirkah 'abdan/syirkah a'maL Syirkah 'abdan/syirkah a'mal   adalah syirkah yang ra's al-mal-nya bukan berupa harta kekayaan namun dalam   bentuk keahlian atau keterampilan usaha/kerja, termasuk komitmen untuk   menunaikan kewajiban syirkah kepada pihak lain berdasarkan kesepakatan atau   proporsional.
35 Syirknh wujuh Syirknh wujuh adalah syirkah   yang ra's al-mal-nya bukan berupa harta kekayaan (dliri-&) nu*un dalam   bentuk reputasi atau nama baik salah satu atau seluruh syarik, termasuk   komitmen untuk menunaikan kewajiban syirkah kepada pihak lain berdasarkan   kesepakatan atau proporsional
36 Syirkah da'imah atau syirkah   tsabitah Syirkah da'imah atau syirkah   tsabitah adalah syirkah yang kepemilikan porsi ra's al-mal setiap syarik   tidak mengalami perubahan sejak akad syirkah dimulai sampai dengan   berakhirnya akad syirkah, baik jangka waktunya dibatasi (syirkah mu'aqqatah)   maupun tidak dibatasi.
37 Musyarakoh mutanaqishah Musyarakoh mutanaqishah adalah   syirkah yang kepemilikan porsi ra's al-mal salah satu syarik berkurang   disebabkan pembelian secara bertahap oleh syarik lainnya
38 Mudharabah Akad mudharabqh adalah akad   kerja sama suatu usaha arrtara pemilik modal (malildshahib al-ma[) yang   menyediakan seluruh modal dengan pengelola ('amil/mudharib) dan keuntungan   usaha dibagi di antara mereka sesuai nisbah yang disepakati dalam akad
39 Mudharab ah-muqayyadah Mudharab ah-muqayyadah adalah   akad mudharabah yang dibatasi jenis usaha, jangka waktu (waktu), dan/atau   tempat usaha.
40 Mudharabah-muthlaqah Mudharabah-muthlaqah adalah akad   mudharabah yang tidak dibatasi jenis usaha, jangka waktu (waktu), dan/atau   tempat usaha.
41 Mudharabah-tsuna'iyah Mudharabah-tsuna'iyah adalah   akad mudhorabah yang dilakukan secara langsung antara shahib al-mal dan   mudharib.
42 Mudharabah-musytarakah Mudharabah-musytarakah adalah   akad mudharabah yang pengelolanya (mudharib) ikut menyertakan modalnya dalam   kerja sama usaha
43 Muzaraah Muzaraah adalah kerjasama antara   pemilik lahan dengan penggarap untuk memanfaatkan lahan.
44 Musaqah Musaqah adalah kerjasama antara   pihak-pihak dalam pemeliharaan tanaman dengan pembagian hasil antara pemilik   dengan pemelihara tanaman dengan nisbah yang disepakati oleh pihak-pihak yang   terikat.
D RUMPUN AKAD TABARRU'
45 Wadi'ah Wadi 'ah (titipan) adalah akad   titipan sesuatu yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lain untuk dijaga   dan dikembalikan ketika diminta kembali;
46 Wakalah Akad wakalah adalah akad   pemberian kuasa dari muwakkil kepada wakil untuk melakukan perbuatan hukum   tertentu.
47 Wakalah bil Ujroh Akad wakalah bi al-ujrah adalah   akad wakalah yang disertai dengan imbalan berupa ujrah (.fee).
48 Wakalah bi al-Istitsmar Wakalah bi al-Istitsmar adalah   akad wakalah untuk menginvestasikan dan mengembangkan modal Muwakkil baik   dengan imbalan (Wakalah bi al-Ujrah) maupun tanpa imbalan (Wakalah bi ghairi   alUjrah).
49 Kafalah Kafalah adalah akad penjaminan   yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi   kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung (makfuul ‘anhu, ashil)
50 Kafalah bil Ujroh Akad kafalah yang disertai   dengan imbalan berupa ujroh
51 Hawalah Hawalah adalah pengalihan utang   dari satu pihak ke pihak lain, terdiri atas hawalah muqayyadah dan hawalah   muthlaqah.
52 Hawalah muqayyadah Hawalah muqayyadah adalah   hawalah di mana muhil adalah orang yang berutang sekaligus berpiutang kepada   muhal ’alaih sebagaimana dimaksud dalam Fatwa No.12/DSN-MUI/IV/2000 tentang   Hawalah.
53 Hawalah muthlaqah Hawalah muthlaqah adalah hawalah   di mana muhil adalah orang yang berutang tetapi tidak berpiutang kepada muhal   ’alaih;
54 Hawalah bil ujrah Hawalah bil ujrah adalah hawalah   dengan pengenaan ujrah/fee
55 Rahn Rahn/gadai adalah penguasaan   barang milik peminjam oleh pemberi pinjaman sebagai jaminan
56 Rahn Tasjily Rahn Tasjily adalah jaminan   dalam bentuk barang atas utang tetapi barang jaminan tersebut (marhun) tetap   berada dalam penguasaan (pemanfaatan) Rahin dan bukti kepemilikannya   diserahkan kepada murtahin;
57 Qardh Qard adalah penyediaan dana atau   tagihan antara lembaga keuangan syariah dengan pihak peminjam yang mewajibkan   pihak peminjam untuk melakukan pembayaran secara tunai atau cicilan dalam   jangka waktu tertentu
58 Hibah Hibah adalah penyerahan   kepemilikan suatu barang kepada orang lain tanpa imbalan apa pun
59 Ariyah Pemindahan kepemilikan manfaat   (barang) tanpa imbalan
60 Zakat Zakat adalah harta yang wajib   dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang   berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam
61 Infak Infak adalah harta yang   dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan   umum.
62 Sedekah Sedekah adalah harta atau   nonharta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk   kemaslahatan umum
63 Wakaf Wakaf adalah perbuatan hukum   wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya   untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan   kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah
64 Hadiah Hadiah (pemberian) adalah barang   yang diberikan atau dikirimkan kepada seseorang sebagai tanda penghormatan   kepadanya.
65 Wasiat Pesan mengenai pemindahan   kepemilikan harta yang efektif setelah pemberi pesan meninggal, baik berupa   benda maupun manfaat
66 Ibra' Mengalihkan piutang kepada pihak   yang wajib membayar dan/atau melunasinya

Pelatihan Akuntansi Asuransi Syariah di FEBI UIN Banten


GUSTANI.ID - Alhamdulillah meski masih dalam masa Pandemi Covid-19, Allah berikan kembali kesempatan untuk berbagi dan sharing tentang Akuntansi Syariah. Kali ini adalah Pelatihan Akuntansi Asuransi Syariah yang diadakan oleh Jurusan Asuransi Syariah FEBI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Pelatihan Akuntansi Asuransi Syariah dilaksanakan selama 3 hari pada hari Jum'at s/d Minggu, tanggal 21 s/d 23 Agustus 2020 di Hotel Inayah Syariah, Serang. 

Instruktur utama dalam pelatihan ini adalah saya sendiri, Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS dan dibantu oleh sahabat saya Ahmad Baehaqi, SEI.,M.Ak.,SAS dosen STEI SEBI, Depok. Diikuti oleh 45 Mahasiswa tingkat akhir Jurusan Asuransi Syariah FEBI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Acara pelatihan ini langsung dibuka dan ditutup oleh Dekan FEBI yaitu Ibu Dr. Hj. Nihayatul Maskuroh, M.Si, dan diketuai oleh ketua jurusan Asuransi Syariah, Bapak Rustamunadi. Acara dilaksanakan dari jam 08.00 pagi sampai jam 22.00 malam selama tiga hari. 

Foto bersama Ibu Dekan FEBI UIN Banten

Tujuan Pelatihan Akuntansi Asuransi Syariah  adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa terkait perlakuan akuntansi transaksi asuransi syariah sesuai PSAK 108 dan penyusunan laporan keuangan asuransi syariah berdasarkan PSAK 101, serta pemahaman akad - akad syariah pada asuransi syariah berdasarkan Fatwa DSN-MUI. 

Materi yang diberikan adalah sebagai berikut :

  1. Konsep Dasar Asuransi Syariah : Perkembangan dan operasional
  2. Implementasi Akada Syariah pada Asuransi Syariah
  3. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah
  4. Penyajian Laporan Keuangan Asuransi Syariah
  5. Akuntansi Dana Peserta
  6. Akuntansi Dana Pengelola
  7. Analisis Laporan Keuangan Asuransi Syariah
  8. Studi Kasus : Penyusunan Laporan Keuangan Asuransi Syariah.
Pada hari terakhir pelaksanaan pelatihan akuntansi asuransi syariah diberikan ujian praktek akuntansi asuransi syariah, dimulai dari penjurnalan sampai penyusunan laporan keuangan secara manual dan menggunakan aplikasi akuntansi berbasis excel. Peserta yang mengikuti pelatihan ini mendapat sertifikat pelatihan dan uji kompetensi akuntansi asuransi syariah dari LKP Amanah Learning Center. 


Jenis Laporan Keuangan Asuransi Syariah

Berdasarkan PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah, bahwa  laporan keuangan asuransi syariah terdiri dari 8 jenis yaitu:
  1. Laporan Posisi Keuangan
  2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
  3. Laporan Arus Kas
  4. Laporan Perubahan Ekuitas
  5. Laporan Surplus Defisit Dana Tabarru'
  6. Laporan Sumber dan Penyaluran Dana Zakat
  7. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan
  8. Catatan Atas Laporan Keuangan
Ciri khas dari perusahaan asuransi syariah adalah pemisahan dana peserta dengan dana anggota yang tercermin dari Laporan Surplus Defisit Dana Tabarru'. Dana Tabaarru' adalah dana yang dihimpun dari kontribusi peserta menggunakan akad hibah yang bertujuan untuk ta'awun antar sesama peserta asuransi.







Foto bersama Panitia dan Dekan FEBI UIN Banten

Foto bersama para peserta

Foto bersama peserta

Pelatihan Akuntansi Syariah untuk Mahasiswa 

Kebutuhan SDM yang memahami Akuntansi Syariah semakin tinggi seiring semakin bertumbuh dan menggeliatnya entitas bisnis dan keuangan syariah di tanah air. Kami membuka kerjasama pelatihan akuntansi syariah untuk Mahasiswa tingkat akhir sebagai bekal bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja di Industri Bisnis dan Keuangan Syariah. Materi pelatihan diantaranya adalah :
  1. Akuntansi Transaksi Syariah
  2. Akuntansi Bank Syariah
  3. Akuntansi Koperasi Syariah
  4. Akuntansi Asuransi Syariah
  5. Akuntansi Lembaga Zakat 
  6. Akuntansi Entitas Wakaf
Rujukan yang dijadikan acuan adalah SAK Syariah, Fatwa DSN-MUI, dan Regulasi terkait dengan entitas syariah. Instruktur utama Pelatihan Akunatnsi Syariah ini adalah Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS yang telah lulus Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah (USAS) dari IAI dan mendapat gelas Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS). 


Kontak kerjasama : 082357909050


Penulis : Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS

Portopolio Menjadi Trainer Akuntansi Syariah 

Praktek Relaksasi Pembiayaan di Masa Wabah dalam Tinjauan Syar'i



GUSTANI.ID - Pandemi COVID - 19 yang kini tengah melanda Indonesia dan dunia telah memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat. Termasuk menurunnya kemampuan bayar bagi nasabah perbankan. Agar kualitas aset perbankan tetap terjaga, maka diperlukan program relaksasi kredit/pembiayaan. 

OJK telah mengeluarkan Peraturan OJK No. 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019. Bentuk relaksasi yang dapat diberikan oleh perbankan kepada nasabah terdampak COVID-19 adalah dengan :
  1. Penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain dengan plafon s.d Rp10 miliar; dan
  2. Peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi selama masa berlakunya POJK. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan Bank tanpa melihat batasan plafon kredit/pembiayaan atau jenis debitur
RESTRUKTURISASI PEMBIAYAAN adalah ikhtiar memberikan kemudahan bagi nasabah/anggota koperasi yang sedang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya kepada Lembaga/Institusi Keuangan, namun nasabah/anggota koperasi dinilai masih memiliki prospek usaha yang feasible dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah pembiayaan tersebut DIRESTRUKTURISASI.

Cara restrukturisasi kredit/pembiayaan dilakukan sebagaimana diatur dalam peraturan OJK mengenai penilaian kualitas aset, antara lain dengan cara:
  1. penurunan suku bunga;
  2. perpanjangan jangka waktu;
  3. pengurangan tunggakan pokok;
  4. pengurangan tunggakan bunga;
  5. penambahan fasilitas kredit/pembiayaan; dan/atau
  6. konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara

Tinjauan Syar'i 

Bagaimana tinjauan syar'i terkait praktek relaksasi berupa restrukturisasi pembiayaan pada Lembaga Keuangan Syariah ? Berikut ini adalah ketentuan fatwa DSN-MUI yang mengatur praktek restrukturisasi pembiayaan syariah pada LKS.

Penurunan Suku Bunga tidak masuk dalam skema restrukturisasi pembiayaan syariah karena pembiayaan syariah tidak terpengaruh oleh suku bunga yang fluktuatif. 

Perpanjangan jangka waktu 

Perpanjangan jangka waktu atau rescheduling DIBOLEHKAN secara syariah. Pada akad pembiayaan murabahah dan akad berbasis jual-beli lainnya, praktek rescheduling tidak diperkenankan menambah margin keuntungan. Sebagaimana diatur dalam fatwa DSN-MUI No. 48 :
LKS boleh melakukan penjadwalan kembali (rescheduling) tagihan murabahah bagi nasabah yang tidak bisa menyelesaikan/melunasi pembiayaannya sesuai jumlah dan waktu yang telah disepakati, dengan ketentuan:

  1. Tidak menambah jumlah tagihan yang tersisa;
  2. Pembebanan biaya dalam proses penjadwalan kembali adalah biaya riil;
  3. Perpanjangan masa pembayaran harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak
Sedang pada akad ijarah dan syirkah diperbolehkan untuk merubah ujroh dan nisbah jika dilakukan rescheduling, sebagaimana diatur dalam fatwa DSN-MUI No. 56 tentang Riview Ujroh dan Fatwa DSN-MUI No. 114 tentang Akad Syirkah. 


Pengurangan Tunggakan

Pengurangan Tunggakan, baik tunggakan pokok atau keuntungan berupa margin/ujrih/bagihasil DIBOLEHKAN, dengan mengikuti ketentuan fatwa DSN-MUI No. 46 tentang Potongan Tagihan Murabahah :
  1. LKS boleh memberikan potongan dari total kewajiban pembayaran kepada nasabah dalam transaksi (akad) murabahah yang telah melakukan kewajiban pembayaran cicilannya dengan tepat waktu dan nasabah yang mengalami penurunan kemampuan pembayaran.
  2. Besar potongan sebagaimana dimaksud di atas diserahkan pada kebijakan LKS.
  3. Pemberian potongan tidak boleh diperjanjikan dalam akad.

Penambahan Fasilitas Pembiayaan

Bentuk restrukturisasi lainya adalah penambahan fasilitas pembiayaan baru sebagai stimulus agar usaha nasabah dapat berjalan kembali. Penambahan fasilitas pembiayaan dapat dilakukan dengan skema refinancing, yaitu pemberian fasilitas pembiayaan baru bagi nasabah baru atau nasabah yang belum melunasi pembiayaan sebelumnya. 

Ketentuan syariah refinancing pembiayaan mengacu pada fatwa DSN-MUI no. 89 tentang Refinancing Syariah. Refinancing syariah dapat dilakukan dengan 3 skema yaitu: Skema akad Musyarakah Mutanaqishah (MMQ), skema Al-Bai' wal Isti'jar, dan skema akad al-bai' dalam rangka musyarakah mutaqishah. 

BACA JUGA : Refinancing Syariah 

Konversi Pembiayaan

Konversi pembiayaan dilakukan dengan cara merubah akad pembiayaan sebelumnya menjadi pembiayaan baru dengan akad baru. Konversi akad mengacu pada fatwa DSN-MUI No. 49 tentang Konversi Akad Murabahah, dengan ketentuan sebagai berikut :

LKS boleh melakukan konversi dengan membuat akad (membuat akad baru) bagi nasabah yang tidak bisa menyelesaikan/ melunasi pembiayaan murabahahnya sesuai jumlah dan waktu yang telah disepakati, tetapi ia masih prospektif, dengan ketentuan:


a. Akad murabahah dihentikan dengan cara:

  1. Obyek murabahah dijual oleh nasabah kepada LKS dengan harga pasar
  2. Nasabah melunasi sisa hutangnya kepada LKS dari hasil penjualan;
  3. Apabila hasil penjualan melebihi sisa hutang maka kelebihan itu dapat dijadikan uang muka untuk akad ijarah atau bagian modal dari mudharabah dan musyarakah;
  4. Apabila hasil penjualan lebih kecil dari sisa hutang maka sisa hutang tetap menjadi hutang nasabah yang cara pelunasannya disepakati antara LKS dan nasabah.
b. LKS dan nasabah ex-murabahah tersebut dapat membuat akad baru dengan akad:

  1. Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik atas barang tersebut di atas dengan merujuk kepada fatwa DSN No. 27/DSNMUI/III/2002 tentang Al Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik;
  2. Mudharabah dengan merujuk kepada fatwa DSN No. 07/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Mudharabah (Qiradh); atau
  3. Musyarakah dengan merujuk kepada fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Musyarakah.
Semoga dengan memahami aspek syariah atas relaksasi pembiayaan yang diberikan kepada nasabah memberikan keberkahan bagi lembaga keuangan syariah. Materi "Praktek Relaksasi Pembiayaan di Masa Wabah dalam Tinjauan Syar'i" disampaikan oleh Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego yang diadakan oleh PT PBMT Ventura Syariah. Materinya dapat didownload DISINI



**Konsultasi terkait praktek akad syariah pada Lembaga Keuangan Syariah dapat kontak saya

PRODUK & JASA

RISET & KARYA TULIS

KEISLAMAN

PELATIHAN

AKUNTANSI SYARIAH

SERBA SERBI