Profil Ideal Lulusan Prodi Akuntansi Syariah



GUSTANI.ID - Sistem ekonomi syariah terus digandrungi saat ini, terlihat dari tren berkembangnya lembaga bisnis maupun non-bisnis yang menggunakan prinsip syariah dalam operasionalnya. Indonesia termasuk negara yang cukup serius menggarap sektor ini. Kehadiran lembaga keuangan dan non keuangan berbasis syariah menjadi bukti konkrit sistem ekonomi syariah diterima di masyarakat, terlebih Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data World Population Review, jumlah penduduk muslim di Tanah Air saat ini (2020) mencapai 229 juta jiwa atau 87,2% dari total penduduk 273,5 juta jiwa.

Seiring bertumbuhnya lembaga berbasis syariah, kebutuhan SDM yang memiliki kompetensi pada sektor ini pun semangkin meningkat. Kampus - kampus ramai membuka program studi rumpun ekonomi syariah, baik kampus negeri maupun swasta. Dirintis oleh beberapa kampus swasta pada periode tahun 2000-an seperti STEI SEBI Depok, IAI TAZKIA Bogor, STEI Yogyakarta, STEI Al - Ishlah Cirebon, dan kini banyak hadir kampus - kampus swasta yang khusus membukan prodi ekonomi syariah. Belum lagi kampus negeri Islam yang dibawah kemenag, seperti STAIN, IAIN, dan UIN nampaknya hampir semua membuka prodi rumpun ekonomi syariah. Bahkan kampus negeri yang dibawah kemendikbud pun sudah mulai ramai membuka prodi ekonomi syariah, sebagai contoh IPB University pada tahun 2010 membuka prodi Ilmu Ekonomi Syariah, UI juga membukan Prodi Ilmu Ekonomi Islam, dan masih banyak kampus lainnya lagi. 

Salah satu rumpun ilmu ekonomi syariah yang dijadikan prodi oleh kampus - kampus adalah Prodi Akuntansi Syariah. Sebab memang kebutuhan SDM yang memiliki kompetensi di bidang akuntansi syariah sangat tinggi, karena semua lembaga memerlukan SDM Akuntan. Prodi Akuntansi Syariah termasuk yang masih jarang dibuka, karena keterbatasan dosen akuntansi syariah. Padahal kebutuhan SDM akuntansi syariah sangat besar. 

Saya pribadi termasuk yang "tergiur" untuk mendalami akuntansi syariah seusai nyantri di pon-pes Ibnu Siena, Ciamis pada tahun 2009. Karena selama SMA merasa menikmati pelajaran akuntansi, nikmat kalau neraca nya balance...hehe. Akhirnya kuliah S1 saya mantap untuk memilih prodi Akuntansi Syariah dan pilihan itu di STEI SEBI Depok. Lulus S1 Akuntansi Syariah tahun 2013 lalu bekerja sebagai staff akuntansi di BMT Al Falah Cirebon. Tahun 2015 melanjutkan S2 di Magister Akuntansi UNPAD ambil Konsentrasi Akuntansi Syariah, lulus tahun 2017. Tahun 2017 juga saya lulus Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) dari IAI. Sampai saat ini saya mengkonsentrasikan keilmuan saya di bidang Akuntansi dan Keuangan Syariah sebagai Akademisi dan Praktisi.

Peluang Karir Lulusan Akuntansi Syariah

Saya melihat peluang lulusan akuntansi syariah sangat besar di dunia kerja, karena ruang gerak lulusan akuntansi syariah tidak terbatas berkarir di lembaga ekonomi dan keuangan syariah saja. Tapi bisa juga berkarir di perusahaan - perusahaan umum. Peluang karirnya sangat besar bisa sebagai akuntan di lembaga ekonomi dan keuangan syariah, akuntan di perusahaan umum, bisa sebagai auditor di KAP, bisa sebagai akademisi baik sebagai Dosen atau Guru, atau sebagai DPS.

Termasuk Dosen PNS lulusan akuntansi syariah banyak dicari, saya tahun 2018 mencoba peruntungan daftar jadi Dosen PNS formasi dosen lulusan akuntansi syariah banyak dibuka dan hanya sedikit yang daftar sebab belum banyak SDM yang lulusan akuntansi syariah baik S1 atau S2. Sayangnya waktu itu saya "gagal" karena ga ikut seleksi tahap akhir karena satu dan lain hal. 

Profesi Akuntan Syariah

Akuntansi Syariah secara profesional sudah diakui sebagai salah satu profesi di bidang akuntansi, hal ini dapat dilihat dari pengakuan organisasi profesi akuntansi di Indonesia yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). IAI telah menjadikan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah) sebagai salah satu pilar SAK yang berlaku di Indonesia, dimana SAK Syariah diterbitkan khusus dengan penomoran khusus dari 101 serta diterbitkan oleh dewan tersendiri yaitu Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS).  IAI memiliki 2 dewan yang bertugas menerbitkan SAK yaitu DSAK yang menerbitkan SAK Umum dan DSAS yang menerbitkan SAK Syariah.

Selain itu IAI juga mengeluarkan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah (USAS) sebagai bukti seseorang memiliki kompetensi di bidang akuntansi syariah. Lulusan USAS bisa mendapatkan gelar Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS). Profesi Akuntan Syariah bisa berkarir seperti akuntan pada umumnya, tapi memiliki nilai tambah di bidang syariah.

Profil Ideal Lulusan Akuntansi Syariah

Nah pertanyaannya bagaimana profil ideal seorang akuntan syariah ? 

Saya memandang profil ideal akuntan syariah itu minimal ada 2, yang membedakan akuntan syariah dengan akuntan pada umumnya, yaitu :

Kompetensi di Bidang Akuntansi

Keilmuan di bidang AKUNTANSI mutlak harus dikuasai oleh akuntan syariah yang mencakup Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen/Biaya, Perpajakan, dan Auditing. Ini ilmu sakral menurut saya yang harus dikuasai, pastinya dengan bobot yang proporsional sesuai dengan kebutuhan karir dia kedepan. Kompetensi ini bisa didapat dari pendidikan formal S1 dan S2 atau S3 dikampus. Kemudian ditopang oleh gelar profesi dibidang akuntansi baik lokal di Indonesia maupun internasional,  seperti di Indonesia ada CA, CPA, CPMA, BKP, CPSAK, SAS dll. Untuk menjaga kompetensi keilmuan di bidang akuntansi baiknya bergabung dengan organisasi profesi akuntansi di Indonesia, seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Intitut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI). 

Komptensi dibidang Akuntansi terutama pemahaman terhadap standar akuntansi terupdate, seperti Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh IAI, Standar Audit (SA) yang dikeluarkan oleh IAPI.

Kompetensi di Bidang Syariah

Nah ini yang khas dan nilai tambah Akuntan Syariah yaitu pemahaman syariah yang kuat. Akuntan Syariah harus paham SYARIAH yang minimal meliputi Ushul Fiqh, Fiqh Muamalah, Qawaid Fiqhiyah serta Ayat dan Hadist Ekonomi. Atau minimal paham Fatwa Ekonomi dan Keuangan Syariah yang dikeluarkan oleh DSN-MUI. Kompetensi ini akan didapat dibangku kuliah atau ikut pelatihan dan uji kompetensi yang dikeluarkan oleh DSN-MUI.

Komptensi syariah minimal paham prinsip syariah yang tertuang dalam fatwa - fatwa DSN - MUI.

Nah setelah memahami Akuntansi dan Syariah baru selanjutnya tinggal disempurnakan dengan pemahaman AKUNTANSI SYARIAH, baik yang teoritis maupun yang praktis. Yang teoritis bisa mengacu pada buku - buku akuntansi syariah yang ditulis oleh Prof Sofyan Harahap atau Prof Iwan Triyuwono. Sedangkan secara praktis multak harus paham SAK Syariah yang PSAK 101 sd 112 serta ISAK dan KDPPLKS nya yang dikeluarkan oleh IAI. SAK Syariah adalah standar yang dipakai oleh industri ekonomi dan keuangan syariah dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah dan perlakuan akuntansi untuk transaksi syariah.

Dengan kompetensi yang kuat dibidang Akuntansi dan Syariah, lulusan prodi akuntansi syariah akan mudah berkiprah di dunia kerja, baik sebagai praktisi atau akademisi atau bahkan enterpreuner sekalipun. Sebab ilmu akuntansi dan syariah ini dipakai disemua lini kehidupan. Semua entitas pasti perlu UANG, dan perlu orang yang mengelola UANG dan itu salah satu peran akuntan. Sedangkan pemahaman syariah akan menjadikan panduan seorang akuntan dalam mempertimbangkan benar/salah, baik/buruk, halal/haram dalam berpraktik akuntansi. 

KURIKULUM PRODI AKUNTANSI SYARIAH

Selanjutnya adalah bagimana kurikulum yang baik bagi prodi Akuntansi Syariah dalam rangka mencetak SDM Akuntan Syariah yang unggul. 

Foto : Saya terlibat agenda diskusi antara PBMT Institute dan UNISULA dalam rangka pengembangan kurikulum D3 Akuntansi   

Berikut ini adalah daftar matakuliah yang menurut saya mesti didapat oleh mahasiswa prodi akuntansi syariah  :

Rumpun Mata Kuliah Akuntansi

  1. Pengantar Akuntansi 
  2. Akuntansi Keuangan
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan
  4. Teori Akuntansi
  5. Akuntansi Biaya
  6. Akuntansi Manajemen
  7. Perpajakan
  8. Auditing
Rumpun Mata Kuliah Syariah
  1. Ushul Fiqh
  2. Fiqh Muamalah Klasik
  3. Fiqh Muamalah Kontemporer
  4. Qawaid Fiqhiyah
  5. Fiqh Riba dan Gharar
  6. Ayat dan Hadist Ekonomi
  7. Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah
Rumpun Mata Kuliah Akuntansi Syariah
  1. Akuntansi Keuangan Syariah 1 (Bahas Akuntansi Transaksi Syariah berdasarkan SAK Syariah)
  2. Akuntansi Keuangan Syariah 2 (Bahas Akuntansi Entitas Syariah berdasarkan SAK Syariah dan Pedoman Akuntansi untuk Entitas Syariah)
  3. Teori Akuntansi Syariah (Bahas Jurnal atau Buku teori baru akuntansi syariah yang dikembangkan oleh ahli akuntansi syariah dari berbagai negara)
  4. Analisis Laporan Keuangan Syariah (Bahas regulasi penilaian kesehatan entitas syariah)
Ditambah dengan rumpun mata kuliah ekonomi islam, seperti Ekonomi Makro dan Mikro Islam, Ekonomi Moneter Islam dan Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam.

Wallahua'lam.


Penulis : Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS

Terimakasih telah berkunjung ke blog Gustani.ID, Semoga bermanfaat !
EmoticonEmoticon