Hukum Uqud al-Murakkabah (Multiakad) dalam Produk Keuangan Syariah

 
Akad al-murakkabah

Uqud Murakkabah atau dapat disebut dengan istilah "multiakad" atau "hybrid kontrak" adalah beberapa akad yang didesain menjadi satu paket akad yang memiliki tahapan-tahapan dan bagian-bagian akad. Multiakad termasuk akad mustahdatsah/akad ghairi musammah yaitu akad kontemporer yang belum ada dan belum dijelaskan dalam kitab-kitab turats.Multiakad dibuat karena untuk memenuhi kebutuhan pasar, industri dan nasabah, misalnya untuk meminimlisir risiko, memperbesar keuntungan dan lain-lain.

Karakteristik

Diantara karakteristik multiakad adalah :
  1. Pelaku akadnya adalah sama
  2. Objek akadnya adalah sama
  3. Pengaruh akadnya adalah sama
  4. Pengaruh dari satu akad (wihdatu al-maandzumah)
  5. Ada ta'alluq/muwatha'ah

Bentuk

Diantara bentuk-bentuk multiakad adalah :
  1. Menggabungkan dua akad tanpa ada ta'alluq
  2. Menggabungkan dua akad dengan ada ta'alluq
  3. Menggabungkan dua akad dengan ada muwatha'ah
Bentuk ke-2 dan ke-3 yang umum terjadi pada LKS saat ini.

Ketentuan Hukum

Pada prinsipnya, multiakad itu dibolehkan dalam fikih Islam jika memenuhi syarat-syaratnya karena beberapa alasan berikut ini :

Pertama, tidak ada dalil yang melarang uqud mustahdatsah.

Kedua, Maqasid disyariatkannya akad-akad tersebut adalah memperjelas hak dan kewajiban para pihak akad, sehingga setiap pihak mendapatkan haknya tanpa dizhalimi.

Ketiga, dengan dua alasan diatas, jumhur ulama menegaskan bahwa jika setiap unsur akad yang ada dalam multiakad itu hukumnya sah, maka gabungan akad tersebut itu sah juga (qiyas al-majmu' 'ala ahadiha)

Kriteria Multiakad yang dibolehkan

Pertama : Tidak termasuk akad yang dilarang dalam nash (Quran dan hadist) untuk digabungkan, seperti rekayasa melakukan riba fadl

Tiga hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan akad yang dilarang untuk digabung, yaitu:
Hadist 1 : "Rasulullah SAW melarang dua akad (bai'ataini) dalam satu akad (bai'ah)"

Hadist 2 : "Rasulullah SAW melarang dua akad (shafqataini) dalam satu akad (shafqah)"

               Contoh  transaksinya adalah bai' inah

Hadist 3 : "Rasulullah SAW melarang akad jual-beli dalam pinjaman"

Kedua : Tidak termasuk dalam hilah ribawiyah, seperti bai' inah

Ketiga : Tidak boleh menyebabkan kepada riba seperti menggabungkan qardh dan akad mu'awadhah

Keempat : Akad-akad yang digabung bukan termasuk akad-akad yang tidak boleh digabung (karakter akadnya) atau akibat hukumnya bertentangan. seperti antara hibah dan jual-beli.

Ragam Multiakad

Ada dua jenis multiakad yaitu :
  1. Multiakad yang menggunakan rangkaian berurutan (akad pertama diikuti dengan akad kedua dan seterusnya). Contoh, akad murabahah yang disertai dengan akad wakalah.
  2. Multiakad yang tidak menggunakan rangkaian berurutan (akad pertama dilengkapi dengan akad kedua dan seterusnya). Contohnya akad dalam produk kartu kredit syariah.

Contoh Penerapan Multiakad dalam Fatwa DSN MUI

  1. Akad Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT), yang terdiri dari akad ijarah, wa'ad, dan akad tamlik (bai' atau hibah)
  2. Akad Musyarakah Mutanaqishah (MMq) adalah penggabungan antara akad musyarakah (syirkah 'inan), wa'ad untuk bai', dan akad bai' atau akad ijarah.
  3. Akad murabahah lil amir bi asy-syira adalah penggabungan wa'ad, wakalah, dan jual-beli
  4. Produk gadai emas adalah penggabungan akad qardh, rahn, dan ijarah
  5. Tabungan haji adalah penggabungan akad qardh dan rahn.
  6. Istisna paralel adalah penggabungan akad istisna dan wakalah
  7. Mudharabah muqayyadah adalah penggabungan akad mudharabah dan akad yang menjadi objek mudharabah
  8. Produk multi level marketing adalah penggabungan akad bai', ju'alah, dan samsarah. 
  9. Produk pembiayaan pengurusan haji adalah penggabungan akad qardh dan ijarah yang dilakukan secara paralel. 
  10. Produk Syariah Card / kartu kredit syariah yang terdiri dari akad kafalah, qardh, dan ijarah yang dilakukan secara paralel. 
  11. Akad pada Asuransi Syariah terdiri dari akad hibah, wakalah bil ujrah, dan mudharabah musyarakah.

Referensi : 
Buku Fikih Muamalah Dinamika Teori Akad dan Implementasinya dalam Ekonomi Islam karya Dr. Oni Sahroni dan Dr. M. Hasanudin.

1 komentar:

Terimakasih telah berkunjung ke blog Gustani.ID, Semoga bermanfaat !
EmoticonEmoticon