Trio Figur Keuangan Syariah


Mungkin dulu tak pernah terbayangkan oleh pejuang – pejuang ekonomi syariah kalau wacana ekonomi syariah masuk ke gelanggang pemerintahan. Untuk mendapat dukungan dari pemerintah pun terasa sulit. Perjuangan menumbuh kembangkan ekonomi syariah hanya dilakukan oleh aktifis-aktifis kampus. Bahkan banyak yang alergi dengan istilah syariah dibidang ekonomi.
Namun seiring waktu, perjuangan ekonomi syariah nampaknya mulai menampakkan hasilnya. Ekonomi syariah sudah banyak dikenal oleh masyarkat dari berbagai kalangan. Bahkan yang paling fenomenal adalah beberapa pejuang ekonomi syariah masuk ke gelanggang pemerintahan dan menempati posisi-posisi penting dipemerintahan. Di-era pemerintahan saat ini setidaknya ada tiga figur penggiat ekonomi syariah yang menempati posisi penting dipemerintahan. Ketiga figur ini bisa dibilang “Trio Figur Keuangan Syariah”. Mereka adalah Bambang Brojonegoro, Muliaman D Hadad, dan Agus DW Martowardoyo.

Pertama, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro adalah ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) saat ini menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PAPENAS) sejak 27 Juli 2016 di kabinet kerja perisiden Joko Widodo, sebelumnya ia juga menjabat sebagai Menteri Keuangan pada kabinet yang sama. Di masa kepemimpinan beliau, Kementerian Keuangan cukup banyak mensupport keuangan syariah Indonesia, terutama dalam hal penerbitan sukuk negara. Bahkan pada tahun 2015, Kementerian Keuangan RI menerima penghargaan Deals of the Year 2014 dari IFN Awards 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemenangan Kemenkeu terkait penerbitan Sukuk Negara senilai USD 1,5 Miliar. Selain itu, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro juga menerima penghargaan Tokoh Syariah 2015 kalangan profesional dari Majalah Investor.

Kedua, Muliaman D Hadad adalah ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) saat ini menjabat sebagai ketua komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebuah lembaga yang berwenang mengatur dan mengawasi seluruh lembaga keuangan di Indonesia. Dibawah kepemimpinan Muliaman D Hadad, OJK cukup aktif dalam mempromosikan keuangan syariah, terbukti dengan penghargaan tingkat dunia yang diterima oleh OJK sebagai Best Regulator Promoting Islamic Finance dalam penghargaan International Finance News (IFN) Award 2014.

Ketiga, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo adalah Chairman Islamic Financial Services Board (IFSB) saat ini menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). IFSB adalah organisasi level internasional yang berfungsi menerbitkan standar keuangan syariah global. IFSB beranggotakan 190 anggota yang terdiri dari 66 Otoritas Keuangan dan Bank Central, 8 Organisasi internasional antar pemerintah, dan 116 pelaku pasar yang beroperasi di 48 negara.

Semoga dengan kehadiran figur keuangan syariah di lembaga pemerintahan, keuangan syariah di Indonesia semangkin pesat perkembangannya, dan yang pasti pemerintah mendukung penuh keuangan syariah. Semoga !