SHALAT RAWATIB


A.Pengertian

Rawatib dari segi bahasa diambil dari kata raatiban yang artinya kontinue dan terus menerus. Sedangkan pengertian istilahnya shalat rawatib adalah shalat sunnat yang mengiringi shalat fardhu, dilakukan sebelum atau setelah shalat fardhu. Waktunya adalah dari mulai masuk waktu shalat hingga iqamah. Sementara yang dilakukan sesudah shalat, waktunya adalah seusai shalat, hingga habisnya waktu shalat tersebut. Shalat rawatib merupakan ibadah At-tathowwu’ atau Nafilah yaitu ibadah tambahan yang berfungsi sebagai penyempurna kekurangan-kekurangan pada shalat fardu.

B.Macam-macam Shalat Rawatib

Shalat rawatib terbagi menjadi dua macam, yaitu Shalat rawatib Mu’aqqad dan Shalat rawatib Ghairu Mu’aqqad.

1.Shalat Rawatib Mu’aqqad

Shalat rawatib Mu’aqqad adalah shalat rawatib yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW, bahkan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya. Berikut ini yang termasuk shalat rawatib mu’aqqad yaitu:
a.Empat rakaat sebelum shalat zhuhur
b.Dua rakaat sesudah shalat zhuhur
c.Dua rakaat sesudah shalat magrib
d.Dua rakaat sesudah shalat isya
e.Dua rakaat sebelum shalat subuh

Rasulullah SAW bersabda:“Barangsiapa yang secara konsekuen menjalankan dua belas raka’at shalat sunnah, akan dibangunkan baginya rumah di Syurga: Empat raka’at sebelum Zhuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah Maghrib, dua raka’at sesudah Isya dan dua raka’at sebelum shalat Shubuh”. (HR. Tirmidzi)

2.Shalat Rawatib Ghairu Muaqqad

Shalat rawatib Ghairu Muaqqad adalah shalat sunnah rawatib yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilaksanakan. Berikut ini yang termasuk shalat rawatib ghairu mu’aqqad yaitu:
a.Empat rakaat setelah shalat zhuhur
b.Empat rakaat sebelum shalat asar
c.Dua rakaat sebelum shalat magrib
d.Dua rakaat sebelum shalat isya

C.Keutamaan Shalat Rawatib

1)Dibangunkan rumah di surga

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim sholat karena Alah setiap hari dua belas rakaat sholat Sunnah bukan wajib kecuali akan Allah bangun baginya sebuah rumah di syurga”. (HR Muslim)

2)Lebih baik dari dunia dan seisinya

Rasulullah SAW bersabda: “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya”. Dalam riwayat yang lain: “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya”. (HR. Muslim). Adapun sholat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang paling utama di antara sholat sunnah rawatib yang lain dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik ketika mukim (tidak berpegian) maupun dalam keadaan safar.

3)Diharamkan baginya api neraka

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tarmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Terimakasih telah berkunjung ke blog Gustani.ID, Semoga bermanfaat !
EmoticonEmoticon