Sunnah - Sunnah Bepergian: Panduan Mudik Agar Berlimpah Berkah


GUSTANI.ID - Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan untuk bersua kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini, semoga Ibadah yang kita lakukan bernilai pahala di sisi Allah SWt, sehingga kita keluar dari bulan Ramadhan dalam kondisi terampuni dosa - dosa kita. 

Memasuki hari - hari terakhir di bulan Ramdahan, salah satu tradisi kita di Indonesia adalah MUDIK. Ya mudik atau pulang ke kampung halaman adalah istilah untuk perantau yang akan balik ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemudik menggunakan berbagai moda transportasi untuk bisa sampai ke kampung halaman, mulai dari pesawat, kerata api, mobil, dan motor. 

Nah, agar perjalanan mudik kita diberikan kelancaran, ada baiknya bagi teman - teman yang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini mempersiapakan segala sesuatunya dengan baik, termasuk dalam hal adab - adab bepergian sesuai tuntunan sunnah baginda nabi Muhammad SAW. Berikut ini akan dibahas sunnah - sunnah bebergian, panduan mudik agar berlimpah keberkahan.

Dalam Kitab Riyadus Shalihin karya Imam An Nawawi mengulas secara khusus Kitab Adab Bepergian, yang memuat hadist - hadist tentang bepergian sebagai tuntunan bagi kita saat bepergian, termasuk dalam konteks mudik.

1. Bepergian di Hari Kamis

Anjuran untuk bepergian di hari kamis, dari Ka'ab bin Malik r.a, bahwasanya Nabi SAW keluar pada waktu perang Tabuk pada hari Kamis, dan beliau suka keluar bepergian pada hari Kamis." (HR. Muttafaq'alaih)

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan: "Jarang sekali Rasulullah SAW keluar bepergian kecuali pada hari Kamis."

2. Berangkat di Pagi Hari

Anjuran untuk memulai aktivitas, termasuk bepergian di pagi hari. Hal ini untuk juga termasuk mengantisipasi risiko - risiko dalam perjalanan di malam hari, terlebih jika menggunakan kendaraan roda dua. 

Dari Shakr bin Wada'ah al-Ghamidi as-Shahabi r.a, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Ya Allah berkahilah umatku pada waktu pagi mereka!" Beliau jika mengirim pasukan atau bala tentara selalu mengirimnya di pagi hari. Sakhr adalah seorang pedagang, dia juga selalu memberangkatkan barang dagangannya di pagi hari hingga ia kaya dan banyak hartanya. (HR.Abu Daud dan Tirmidzi. Ia berkata, "Hadits hasan)

3. Jangan Bepergian Sendirian

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk mencari teman jika bepergian, hal dilakukan agar terhidnar dari berbagai macam bahaya, baik dari sisi agama maupun dunia, seperti tidak dapat melaksanakan shalat berjamaah, risau dalam kesendirian, dan bahaya lainnya.

Dari Ibnu 'Umar ra : Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam bepergian sendirian seperti apa yang aku ketahui, tentu seorang penunggang kendaraan tidak akan bepergian di malam hari sendirian." (HR. Bukhari).

Dari Amr bin Syu'aib dari ayahnya, dari kakeknya ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang pergi sendirian adalah (seperti) setan, dua orang yang pergi sendirian adalah (seperti) dua setan, dan tiga orang yang bepergian adalah rombongan." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasai dengan sanad-sanad shahih. Tirmidzi berkata: Hadits hasan)

4. Menunjuk Salah Seorang Sebagai Pemimpin dalam Perjalanan

Bagian dari manajemen bepergian secara rombongan adalah disunnahkannya untuk menunjuk salah seorang sebagai pemimpin atau koordinator untuk ditaati selama dalam perjalanan.

Dari Abu Sa'id Al Khudri dan Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Apabila ada tiga orang yag keluar dalam suatu perjalanan, maka hendaknya mereka menunjuk salah seorang dari mereka sebagai pemimpinl" (HR' Abu Daud dengan sanad hasan).

5. Istirahat yang Cukup

Jika perjalanan yang cukup panjang, dianjurkan untuk meluangkan waktu untuk istirahat untuk menghindari risiko dalam perjalanan seperti mengantuk. 

Dari Abu Qatadah ra, dia berkata, "Jika Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan lalu singgah di waktu malamnya, maka beliau berbaring dengan bertumpu lambung kanannya. Apabila beliau singgah di saat-saat sebelum Subuh, maka beliau tegakkan hastanya searah badannya, kemudian beliau letakkan kepalanya di atas telapak tangannya." (HR.Muslim)

6. Lakukan Perawatan Kendaraan

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, "Rasulullah SAW, bersabda: "Apabila kalian melalui padang rumput yang subur maka berilah hak unta (merumput) dari rerumputan di bumi, dan bila kamu berjalan di musim kemarau maka percepatlah perjalananmu (agar cepat sampai tujuan), dan bersegeralah sebelum habis sunsumnya. Dan bila kamu istirahat dalam perjalanan malam hari maka jauhilah jalan raya, karena jalan raya itu tempat lewat hewan kendaraan dan binatang-binatang kamu di waktu malam." (HR. Muslim)

Makna " Berikanlah kepada onta itu haknya terhadap rerumputan" adalah pelan-pelanlah dalam berjalan agar ia tergembala di saat perjalanannya. Sumsum, maksudnya adalah percepatlah hingga kamu sampai tujuan sebelum sumsumnya (tenanganya) habis karena beratnya medan. 

Dari Sahl bin Amru -ada yang mengatakan Sahl bin Rabi bin Amru- al-Anshari yang lebih dikenal dengan Ibnu AlHanzhaliyyah -dia termasuk salah seorang peserta Baitur Ridwan, ia berkata, "Rasulullah SAW pernah melewati seekor unta yang punggungnya telah menempel dengan perutnya. Kemudian beliau berkata: "Bertakwalah kepada Allah dalam merawat binatang-binatang ternak yang tidak bisa berbicara ini, dan tunggangilah dalam keadaan layak, dan makanlah dalam keadaan layak" (HR. Abu Daud dengan sanad shahih).

Dalam konteks tunggangan masa kini, kendaraan yang kita gunakan untuk bepergian ada batasnya oleh karena itu hendaknya kita secara berkala melakukan service atau pemeriksaan dan perawatan kendaran kita. Tidak memaksakan mengendari kendaraan diluar kapasitas. 

7. Memberikan Tumpangan dan Berbagi Perbekalan

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, dia berkata, "Ketika kami dalam perjalanan (bersama-sama dengan Nabi SAW), tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dengan mengendarai kendaraannya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, maka Rasulullah SAW, bersabda: "Siapa yang memiliki kelebihan tempat pada kendaraannya, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki tempat, dan siapa yang memiliki kelebihan perbekalan hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki perbekalan." Abu Sa'id berkata, 'Lalu beliau menyebutkan jenis-jenis harta yang lain sehingga kami melihat bahwa tidak ada lagi dari kami yang berhak mendapatkan kelebihan harta." (HR. Muslim)

8. Nyupir Bergantian

Jika bepergiannya rombongan dengan satu kendaraan, ada baiknya mengemudinya gantian, ternyata ini sunnah lho 😊

Dari Jabir ra, dari Rasuluilah SAW bahwa beliau hendak berperang. Lalu beliau berkata: "Wahai orang-orang Muhajirin dan Anshar. Sesungguhnya di antara saudara-saudara kalian terdapat orang-orang yang tidak memiliki harta dan keluarga, maka hendaknya salah seorang di antara kalian menggabungkan dua atau tiga orang kepadanya." Tidaklah salah seorang di antara kami memiliki tunggangan yang membawanya melainkan bergantian seperti salah seorang di antara mereka bergiliran. Jabir bin Abdullah berkata, 'Aku menggabungkan dua atau tiga orang kepadaku. Aku tidak memiliki melainkan unta untuk bergiliran seperti salah seorang dari mereka bergiliran. (HR. Abu Daud).


Semoga Bermanfaat !

Terimakasih telah berkunjung ke blog Gustani.ID, Semoga bermanfaat !
EmoticonEmoticon